
Janji adalah UTANG. Sepertinya ungkapan ini sudah sangat sering kita dengarkan. Namun walaupun demikian, bukan berarti kita sudah paham dengan ungkapan tersebut di atas. Malah tak jarang kita bahkan mengabaikannya begitu saja meski artinya sangat menekankan untuk tidak melalaikannya. Janji adalah UTANG. Sesuatu yang harus dibayar jika sautu saat kita mengingkarinya. Namun sadar tidak sadar, kita sering tidak peduli akan hal itu. Merasa bahwa ingkar janji hal biasa yang tidak harus diperhatikan bagaimana dan apa cara untuk menebus kesalahan yang dilakukan. Dan orang tidak mau membayarnya karena bagi kebanyakan orang, UTANG itu identik dengan uang. Jika utang dalam berupa lain (tidak uang), maka itu tidak dianggap utang. Dan tak perlu dipikirkan. Waktulah yang akan membayarnya, meski sang waktu merasa engggan dan jijik melihat dirimu yang selalu tidak perhatian dengan janji yang telah kau ungkapkan. Janji adalah UTANG. Maka kamu harus membayarnya!! Jika tidak, kamu belum siap untuk menghadapi hal-hal baru yang penuh dengan janji-janji. Tapi bukan dengan janji semata, tetapi janji yang penuh dengan air mata.
kutulis ini dengan sebuah senyuman
yang mengingatkanku akan berharganya janji itu...
No comments:
Post a Comment