
Seorang ibu menelusuri jalan setapak di permukaan rumah-rumah kumuh yang sangat padat di daerah pinggiran kota Jakarta. Dia menghela napas. tampak dari raut wajahnya, dia sangat letih dan kelaparan. Seorang bapak menegor, "Mau ke mana, bu?" "Mau jalan-jalan saja!" jawab ibu itu singkat. Tiba-tiba ibu itu pingsang dan terjatuh persis di depan bapak tadi. Otomatis bapak itu kalut dan tak tahu harus berbuat apa. Dia segera memanggil istrinya dari dalam rumah. Akhirnya mereka membawa ibu itu ke dalam rumah. Lima menit berselang ibu itu sadarkan diri. "Apa yg terjadi dengan saya? Di mana saya? Apa saya sudah meninggal?" Mendengar itu sepasang suami istri itu sangat terheran-heran. Lalu istrinya itu menjawab, "Tadi ibu pingsan persis di depan rumah kami. Lalu suami saya membawa ibu ke dalam rumah." "Terima kasih! maaf, saya hrs pergi!" "Tapi ibu masih lemas, jangan dipaksakan dulu. beristirahatlah dulu di rumah kami ini." Lalu si suami menambahkan, "Tadi kami tidak berani memberi ibu minum, sebab kami takut kalau nanti puasa ibu batal. Kan ini bulan puasa. Apa ibu seorang muslim dan sedang berpuasa?" "Iya, saya seorang muslim. Dan saya sudah puasa tiga bulan sebelum bulan puasa tahun ini!" Si istri tahu apa yg dimaksudkan ibu itu. Dengan rasa haru dia menitikkan air matadan segera memberikan sesuatu kepada ibu itu. Lalu ibu itu pergi dengan hari damai entah ke mana. Mungkin ke rumah ANDA. Sebab sebenarnya ibu itu tak punya apa-apa lagi selain jiwa yg masih melekat di dalam raganya yang renta. Siapkah kita untuk menerima ibu itu ke dalam rumah kita??? Semoga!!!
thanx uda mampir...
ReplyDeletekeren isi blog lu..
sapa tuh yg udah mampir??? ibu itu udah datang ke rumah lu???
ReplyDeletethx kembali ya utk erwien syahputera!!!